Minggu, 13 November 2011

TANGGAPAN CEWEK

  •  Ini dia, hasil dari eksperimen bertahun-tahun berhasil mengungkap maksud apa di balik tanggapan seorang cewek saat ada yang menyatakan cinta. Ini asli 100% tokcer, jadi kalo kamu ada yang ngalamin seperti salah satu di bawah ini, jangan putus asa, selalu ada jalan. Jadi cowok memang harus optimis bo...

Roni : Aku suka sama kamu, Rin... Aku pengin kamu jadi pacarku.
Rina : (Malu-malu) Aku juga suka sama kamu, Ron.
Artinya - Jelas si Rina suka sama si Roni, sampe ngomong terus terang gitu.

Hendro : Nov, Aku bener-bener suka sama kamu. Aku pengin kita bisa jalan bareng.
Novi : Kayaknya kita lebih baik temenan aja, deh. Kita kan udah lama temenan.
Artinya - Novi pun sebenarnya suka sama si Hendro. Status "teman" hanya buat alasan aja buat si Novi biar bisa deket terus sama si Hendro.

Andri : Aku ngerasa cocok jalan sama kamu. Mau gak jadi pacarku, Wen?
Wenny : Jangan sekarang deh ...Aku pengin konsentrasi studiku dulu
Artinya - Wenny suka sama si Andri, jawaban yang nggantung dan ngambang kayak gitu maksudnya biar Andri penasaran dan tetep "stay around" si Wenny. Dengan gitu kan mereka bisa tetep deket. Andaikan si Wenny nggak suka, pasti ngomong terus terang
sama Andri.

Roy : Kamu cakep deh, Lia... Aku pengen pacaran sama kamu...
Lia : Terus terang ya, Roy , aku nggak suka sama kamu. Aku benci sama kamu. Kamu egois, kamu bau, kamu urakan, kamu cowok males! Pokoknya aku benciii sama kamu!!!
Artinya - Perhatian Lia gede sama Roy. Lia tau semua sifat-sifat Roy, sampe baunya segala. Nggak banyak cewek yang perhatian kayak gitu. Dan sangat mungkin itu artinya Lia aslinya suka sama Roy.

Indra : Aku udah lama merhatiin kamu, Yen... Aku suka en sayang banget sama kamu...
Yenni : (Tertawa lepas) Haa... ha... huahaaa... ha... Lucu kamu, "Ndra!
Artinya - Betapa gembiranya Yenni mendengar ucapan Indra. Ekspresi tawa bahagia tiada tara. Jelas banget si Yenni suka sama sama si Indra, sampe dibilang kalo Indra lucu segala.

Yanto : Ria, mau nggak jadi pacarku?
Ria : Plak!! Plak!! (Ria "menyentuh" pipi si Yanto)
Artinya - Yanto spesial buat Ria. "Sentuhan" tangan Ria ke pipi Yanto (sampe 2 kali bahkan, ninggalin bekas merah lagi) adalah sentuhan yang nggak semua cowok bisa ngerasain. Peluang besar buat Yanto bahwa Ria suka sama dia.

Bimo : Win, Wina... Aku suka banget sama kamu. Pacaran yuk...
Wina : Jancuk!! Aku iki lanang, Mo! Aku koncomu,WinaRNO!!! Eling, Mo, eling. Aku WinaRNO !! (terjemahan : Sialan!! Saya ini cowok, Mo! Aku temenmu, WinaRNO!!! Sadar, Mo, sadar... Aku WinaRNO!!
Artinya - Wina seneng sama Bimo. Masa" sampe ngaku-ngaku cowok segala. Ngotot lagi! Wina ngaku cowok kan biar selalu bisa santai dan deket sama Bimo.

Cara Ngebedain Sapi...

Dua orang pemuda sedang menggembalakan sapi mereka. Sambil menunggui sapi-sapi mereka merumput, keduanya pun berbincang-bincang di bawah pohon.
Pemuda 1 : Hmmm,, kalo dilihat dari depan, sapi kita nggak ada bedanya yah?
Pemuda 2 : Betul juga tuh. Jangan2 nanti bisa ketuker.
Pemuda 1 : Gue ada ide..!! Gimana kalo kamu potong aja sebelah telinga sapimu? Jadi kita bisa bedain.
Pemuda 2 : Ide bagus..!!
Akhirnya mereka memotong sebelah telinga sapi milik Pemuda 2.
Pemuda 1: Wah... akhirnya... sapi kita nggak akan pernah ketuker.
Pemuda 2: Benar.. Tapi..... kalo dari belakang kok tetap sama yah?
Pemuda 1: Benar juga. Jadi gimana dong?
Pemuda 2: Gini aja, karena sapi gue udah dipotong telinganya, gimana kalo sekarang sapimu yang dipotong ekornya?
Pemuda 1: Oke setuju !!
Dan mereka pun memotong ekor sapi milik Pemuda 1.
Pemuda 1: Nah,, akhirnya sapi kita benar-benar nggak akan pernah ketuker sekarang.
Pemuda 2: Iya.. Eh, gimana kalo sekarang kita tes dulu. Tuh, ada anak SD lewat. Kalo anak SD aja bisa membedakan, apalagi orang dewasa kan?
Pemuda 1: Benar juga. Ayo kita panggil anak itu.

Pemuda 1: Nak, bisa nggak kamu bedain kedua sapi itu?
Anak SD : Jelas aja bisa. Yang satu warnanya putih, yang satu warnanya coklat..!!

Sampai Menutup Mata

Semua tentangku adalah garis kehidupan yang telah diatur oleh Tuhan,aku tidak pernah tau apa rencana Tuhan selanjutnya setelah orang yang aku cintai pergi meninggalkanku untuk selamanya.sebut saja aku”Fi”
Dulu semenjak aku duduk dibangku SD aku mempunyai seorang sahabat.Namanya’Reza’.Reza mempunyai perhatian khusus kepadaku,Bahkan Reza pernah jujur kepadaku bahwa Reza menyayangiku,Ingin selalu melindungiku dan menjagaku,”Cinta monyet”itulah yang tepat untuk aku dan Reza.Karena umur yang masih belasan tahun,umur yang terpaut 3 tahun denganku,membuatku terpisah sejenak karena Reza lebih dulu duduk di bangku SMP.
Meskipun begitu Reza tetap meluangkan waktunya untuk untuk menemaniku belajar.Malam ini adalah malam minggu ,seperti biasa Reza Dating kerumahku.Tapi malam itu serasa beda tidak seperti malam-malam sebelumnya,Reza terlihat murung  dan gelisah.Aku akan mencoba membuatnya tersenyum tak ada reaksi apapun.Justru yang aku rasakan semakin berat bibirnya untuk mengucap sepatah kata.
Aku bertanya “Za’kenapa?kamu marah sama Fi?’Ma’afin Fi …senyum Dong,,”Aku mencoba menghiburnya,Jusru air mata yang menetes di pipi Reza.Reza pun berkata.”Za kenapa?’Fi,,,,,Ayahku datang menjemputku.Ayahku ingin aku tinggal disana dan sekolah disana.”‘Jadi?’..’Iya fi,Malam ini adalah malam terakhir kita bertemu,besok ayahku membawaku ke tanjung pinang.’”secepat itukah Za…?’Iya fi,,!Aku Sendiri juga tidak tau,Ayahku sudah mengurus sejak seminggu yang lalu  dan hari ini dia mengatakan kepadaku”.
Jadi’kamu akan meninggalkanku  za..?Untuk beberapa lama?’Aku sendiri tidak tahu Fi,tapi aku janji,kelak aku akan datang menjemputmu”Akupun menangis,berat sekali menerima kenyataan,reza sejak kecil berteman dengan ku kini aku harus merelakan dia pergi dan berpisah dengannya,Hanya seucap janji bahwa Reza akan selalu setia walau sampai menutup mata.
Minggu yang cerah telah berubah,awan gelap menyelimuti hatiku ketika aku melihat Reza beranjak pergi.Air mataku tak tertahan,Lambaian tangan yang semakin menjauh ,menyadarkan aku bahwa Reza telah pergi menjauh.Kini Semua hariku kulewati dengan kesepian,tanpa hadirnya reza.
Hari berganti,bulan-bulan  pun berganti dengan Tahun.Sudah 2 tahun lamanya Reza pergi tanpa kabar,hanya seucap janji yang mampu membuat aku bertahan.Malam minggu yang kelabu,Aku duduk  di teras depan rumah memainkan sebuah gitar,Mataku memerah pada Hp yang bergetar.Ternyata ada 1 pesan untuk ku tanpa nama.Seketika membuat aku penasaran dan bertanya-tanya dalam hati!
“Pagi sore ku ingin dengar suaramu dan kabar darimu!Apakah yang disana juga memikirkanku?Dan kalau malam aku hanya bisa duduk merenung memikirkan,kapan kita bisa bersama-sama menjadi Superman dan Wonder woman untuk menjaga dunia ini’Rasa penasaranku pun membuatku membalas pesan itu.’Ini siapa?Apakah benar sms mu bertuju padaku?dia membalas”Aku adalah superman,Perwakilan dari negara Tanjung pinang dan kita akan bersama-sama melawan Monster  yang mengganggu kedamaian Dunia.Apakah kamu siap,,,?’
Mataku terbelalak,Aku sadar bahwa Reza telah datang,walau hanya lewat kabel telepon .Tapi kehadiran Reza mampu memberikan suasana baru untuk ku,dia mengembalikan senyuman lebar  yang sudah 2 tahun ini tak pernah terhias di bibirku.Mulai saat ini Reza tidak pernah lupa untuk memberiku pesan,Supaya aku tau bahwa reza masih setia untuk ku.
Sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah penantian,dan hari ini genap usiaku 20 tahun.Selama ini banyak sekali godaan yang mencoba menghasut rasa setiaku,apalagi aku tumbuh menjadi gadis yang manis.Di usia yang 20 tahun ini Ku sudah bekerja disebuah Bistro,yang jarak tempuhnya hanya 1 jam dari rumahku.Dan aku bahagia karena Reza sempat mengucapkan Selamat Ulang Tahun untukku.
“Walau waktu memisahkan,walau lautan menghalangi,kau tetap ku ingat,hari yang aku tunggu pun telah tiba”SELAMAT ULANG TAHUN “semoga panjang umur dan bahagia selalu.’Sehari setelah ulang tahunku,malam jam 8.30,aku sudah tertidur pulas.tiba-tiba ibuku membangunkanku.’Fi,,,!bangun dulu gih…!ada tamu untukmu..!’Siapa bu?malam-malam kok bertamu’!bilang saja Fi sudah tidur”Ibuku menjawab’Jangan gitu fi…!Coba lihat dulu siapa yang datang!Siapa tahu ada perlu  penting sama kamu!’
Dengan setengah sadar akupun berjalan menuju ruang tamu yang tak jauh dari kamar tidurku.Aku tidak percaya bahwa tamu untukku adalah Reza.Aku sempat bertanya kepada ibu!Bu…!Apakah ini sedang mimpi?
Sosok tinggi,keren,putih bersih Sekilas membuatku tidak percaya bahwa itu Reza.Dengan perasaaan menyaru tak karuan,setengan gak percaya,Akupun mulai tersadar bahwa Reza telah kembali.Tak henti-hentinya Reza mengatakan bahwa aku berubah menjadi cewek yang cantik.Begitu juga denganku,9 tahun lamanya tidak pernah bertemu,kurasakan banyak perubahan pada diri Reza.Seperti yang telah disepakati sebelumnya.Besok pagi ingin mengajakku ke suatu tempat mengulas 10 tahun  yang lalu dimana aku dan Reza mengucapkan janji.Pagi yang cerah setelah aku mendapat Izin dari ortuku,kamipun berangkat mengendarai sepeda motor.Dalam pernjalanan 3 jam kamipun sampai tujuan.”Gua Srandil”di bawah pohon yang rindang aku dan Reza duduk dengan minum es kelapa yang kami beli dari kakek yang sekaligus menjadi saksi bahwa hari ini”Reza  melamarku”dan memakaikan cincin putih dijari manisku.Kemesraan yang terlihat pada kami seketika membuat kakek itu bicara padaku untuk secepatnya pulang dari tempat ini.Aku tidak begitu meresponnya yang aku rasakan saat itu hanyalah bahagia tidak ada yang lainnya,memang kedengarannya kata-katanya sungguh mistis.
Tepat jam 6 sore,kamipun pulang.Dalam perjalanan pulang yang mulai gelap,suasana mendung dan gerimis menghalangi kecepatan motor yang kami tumpangi untuk melaju dengan cepat.Tiba-tiba dari belakang sebuah truk menyerempet motor kami,sehingga motor kami tumpangi hilang haluan dan menabrak sebuah jembatan.Setelah itu semuanya terasa gelap,entah apa yang terjadi.Ketika ku buka mata,semuanya terlihat putih.ternyata semua suster yang mengobati luka pada tubuhku.”mana Reza?”Tanyaku pada seorang suster.”tenang jangan panik.Reza dalam pencarian.Belum ditemukan”
“Maksud suster….?”Iya,kecelakaan semalam memungkinkan  besar teman anda jatuh kesungai Serayu.”
Mataku terbelalak,air mataku tak dapat berhenti berderai.Akupun berusaha bangun dan ingin lari secepatnya untuk mencari Reza.Tapi kaki kiriku terasa sulit sekali untuk digerakkan.Ternyata aku mengalami luka dibagian kaki kiri.Dan aku hanya bisa berdoa dan pasrah diri kepada Tuhan.
“ya Tuhan selamatkan keksihku ….”jangan biarkan dia pergi untuk meninggalkan ku lagi”Selang  sehari,beberapa polisi datang dan semuanya terasa gelap setelah mendengar bahwa mayat Reza telah ditemukan.Setalah kusadar terdengar isak tangis pilu dari keluargaku dan sahabatku mencoba menenangkan aku.Singkat cerita,semenjak kejadian itu sungai serayu meninggalkan sebuah cerita yang sangat pahit untukku.Bagaiamana tidak!Sembilan tahun lamanya aku tak pernah jumpa,sekali dia menemuiku maut menjemputnya.
Mungkin benar Tuhan tidak mengijinkan aku dan Reza bersatu.Hanya kenangan-kenangan indah yang tertinggal dan cincin putih yang sempat Reza sematkan ke jari tanganku.Semuanya bagi ku sangat berarti,pertemuan yang singkat menorehkan duka yang mendalam.mimpi-mimpi untuk hidup bersama dengan Reza pupus sudah.Semuanya akan kusimpan dan kubawa kisah ini sampai kapanpun hingga maut menjemputku.
Sebulan setelah kecelakaan maut itu,aku kembali menemui kakek penjual es kelapa itu yang sempat memberikan kata-kata mistis.Memang benar “Gua srandil”adalah tempat   terkutuk untuk pasangan memadu  kasih.Kesedihan begitu menyayat perasaanku,bahkan penyesalanpun selalalu menghantuiku.Seandainya kami tidak singgah ke tempat itu mungkin kejadian naas ini tidak akan menimpa Reza dan aku.’hanya rasa penyalan yang ada’tiada gunanya munkin semuanya adalah takdir.
Aku tau semua ini adalah rencana Tuhan,manusia tidak bisa mengelak hanya bisa berdoa untuk jalan yang terbaik keputusan ada ditangganNya.3 tahun sudah peristiwa berlalu,begitu pula dengan diriku,selama ini tidak pernah sama sekali ku buka pintu hatiku untuk orang lain.Karena aku masih setia Untuk janji Reza sampai menutup mata.selamat tinggal Reza mungkin di dunia lain kita akan bisa bertemu dan bersama lagi menuju sebuah kebahagiaan.Untuk saat ini aku kan selalu mengenangmu dengan alunan lagu-lagu yang mungin sama dengan kisah kita.Bersama gitar ku dan sebuah lagu ku nyanyikan lagu-lagu sendu berharap bayangmu bisa datang walau hanya sekejap.

Sabtu, 12 November 2011

Ciri-ciri Seorang Sahabat yang Baik?

Apakah ciri-ciri seorang sahabat yang baik? Seorang bijak pandai berpesan kepada anak lelakinya: “Wahai anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:
• Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;
• Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;
• Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;
• Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;
• Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;
• Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;
• Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;
• Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menayakan kesusahan kamu;
• Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;
• Jika engkau berkata kepadanya, nescaya dia akan membenarkan kamu;
• Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya dia akan membantu kamu;
• Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan.
• Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat
• Dia mendorongmu mencapai kejayaan didunia dan akhirat.

Kamis, 10 November 2011

Ku Relakan Bahagia ku Demi Sahabat Ku

Pagi itu, aku terbangun dengan mata yang sembab dan membengkak. Semalam aku menangis di kamar sampai ketiduran. Entah berapa lama aku berderai air mata. Yah, aku baru saja mengalami kejadian yang membuat aku begitu sakit. Seorang cowok yang tanpa sengaja masuk dalam kehidupanku kini malah menghancurkan semuanya......

Aku mengenal Dimas dari Santi,teman dekatku. Kebetulan tiap malem Dimas latihan silat di samping ponpes tempat ku mengaji kala malam hari. Awalnya aku biasa aja dengan kehadirannya. Ga ngefek sama sekali. Tapi hari-hari berikutnya Dimas memulai kedekatan kami dengan sekedar menitip salam padaku. Ga ada yang spesial memang. Tapi hari-hari ku kini mulai terasa indah dengan keberadaanya.

Hanya saja kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Disaat aku mulai menyukainya, tak ku sangka Dimas malah nembak Santi. Aku bener-bener ga tau harus berbuat apa. Tentu saja aku tak bisa menyalahkannya karna ini memang hak mereka. Aku mencoba  ikhlas dengan hubungan mereka. Aku berusaha tegar dan mendukung hubungan mereka meski sebenarnya hati ku begitu sakit. Itu semua aku lakukan karna aku masih menghargai Santi sebagai shbat ku. Aku memilih mengalah daripada harus kehilangan sahabat ku hanya karna seorang cowok. Meski hati kecil ku masih tetap mengharapkan Dimas.

Meski pacaran ama Santi,tapi nyatanya tetep aja Dimas ga pernah absent menghubungi ku. Entah sms atau pun telpon. Aku bingung harus bersikap gimana. Karna rasa ikhlas ku lah yang kini menuntunku untuk tetap berhubungan dengan dimas. Jujur saat itu aku benar-benar  telah merelakan Dimas.

Jadi apa salahnya jika aku menerima telpon dan smsnya. Sayangnya pikiranku masih terlalu cetek untuk menyikapi hal itu.  Tentu saja kedekatanku dengan Dimas yang telah ku anggap “teman” itu membuat Santi cemburu. Ia mengira Dimas selingkuh. Dan aku lah selingkuhannya! Kini antara Aku dan Santi serasa ada pemisah yang membuat kami tak lagi bisa seakrab dulu. Ada rasa canggung saat kami ngobrol,seperti orang yang baru kenal.

Hampir  2 tahun lamanya aku tak pernah bertemu lagi dengan Dimas sejak saat itu. Ia tak pernah lagi menghubungiku,atapun Santi. Dimas seperti menghilang di telan bumi. Akupun perlahan bisa menghapusnya dari ingatan ku dan Santi juga telah kembali seperti sedia kala,meski sekarang ia agak tertutup soal cowok.

Kini hari-hari ku semakin berwarna setelah berhasil lolos seleksi dan masuk di SMK favorit di kota ku. Yah,menjadi anak baru tentunya bukan hal yang gampang. Karna aku termasuk anak yang sulit beradaptasi. Aku terlalu cuek dengan apa yang ada di sekitar ku. Namun kini aku telah memiliki beberapa teman akrab.

Tapi hanya satu yang kurasa telah benar-benar akrab. Namanya Putri. Dia temen sebangku ku. Anak nya cukup asyik, meski terkadang ada saat-saat dimana  aku merasa muak padannya. Ada bberapa sifatnya yang tak ku suka. Dia terlalu pede dan kalo ngomong ato ngpapa’’in asal jeplak aja!uukh..yang paling bikin aku sebel saat bersamanya, ngeliat cowok ganteng dikit aja langsung dah tuh kaya ikan kena pancingan. Klepek-klepek ga jelas! Mending kalo di niatinama satu cowok. Nah ini.. tiap ada cowok selaluu aja tingkahnya gtu. Bikin aku tambah mual. Tapi mo diapain juga dia tetep temen terbaik ku(untuk saat ini).

Entah mimpi apa yang ku dapat semalem, pagi itu aku shock setengah mati denger cerita putri soal cowok barunya. Cowok itu... Dimas!! Dimas yang ku kenal bberpa tahun lalu. Yang telah hilang dari kehidupanku setelah menorehkan luka di hati ku. Aku tak habis pikir! Aku memang telah mengenalkan putri pada temen ku yang posisinya juga sbg temen deketnya Dimas.  Tapi aku ga pernah mikir semua ini bakal salah alamat. 

Justru Dimas lah yang kini berpacaran dengan putri. Oh god!! Semoga waktu sedang bercanda..! aku ga mau kejadian itu terulang kembali. Aku takkan sanggup jika harus mengulangnya. Berpura-pura tegar seperti dulu. Aku muak!! Tapi kenyataanya kini,mereka memang pacaran. Tak ada yang bisa ku lakukan selain merelakan mereka. Sama seperti yang ku lakukan dulu. DEMI SAHABAT,!!  T,T
oo0(^_^)0oo

Pengen Punya Pacar


Hesti diusia 21..Tak ada yang ia idam-idamkan selain memiliki seorang pacar.Sukur-sukur nanti bakalan berlanjut ke pelaminan.hehehe
"Put...kenapa ya sampai sekarang aku belum punya pacar juga?"
"Sabar Hes...jodoh itu kan ditangan Tuhan.."
Itu jawaban Puput,temen kampusnya yang paling alim.Beda lagi sama Sisi,temennya yang paling tomboy.
"Kamu sich Hes...suka pilih-pilih kalo nyari cowok,makanya gak ada cowok yang milih kamu."
Hadewh...jawaban itu sempat membuat mereka jadi berdebat.Secara Hesti ngrasa gak punya kriteria khusus soal cowok yang bakal jadi pacarnya.Masalahnya,,,cowok-cowok yang selama ini ngedeketin dia gak ada yang pernah nyatain cinta ke dia.
Mau tau jawaban Rani?Temennya yang paling modis..

"Coba kamu dandan Hes...pake bedak yang tebel,pake lipstik yang merah merona,rambutnya di bonding,trus pake baju-baju yang lagi 'in' saat ini.aku jamin dech,tuch cowok-cowok bakalan nempel terus sama kamu"
Wah,wah,ni anak ngajakin jadi korban mode kayaknya.Selama ini Hesti nyaman banget dengan jilbabnya,ya...meski gak alim-alim banget dan masih pecicilan,tapi dia seneng dah disa ngikutin perintah Allah untuk menggunakan jilbab,bagi muslimah yang sudah baligh.
"Bener Hes....kamu sih baru dideketin cowok aja dah takut,dah menghindar.Kalo gitu terus kapan bisa punya pacar?Kamu tuh harus PD,jangan takut sama bayangan kamu sendiri"
"Eh,,,ngapain ni tukang parkir ikutan nimbrung?Sana...jagain motor-motornya.Dicuri orang baru tau rasa lho...."

"Hehehe...maaf dech..habis gemes banget sama kamu.Dari dulu dibilangin masiiiih aja gak berubah-berubah.tuch,liat si Rani,dah gonta ganti cowok sampai 3 kali..
"Sialan ni bang Umar,,sembarangan ngatain orang.."kata Rani sewot.
"Loh,,,emang bener kan Ran??"Bang Umar pun gak mau kalah.
"Yang bener tuch,,,,si Rani pacaran ma 3 cowok sekaligus  Iya kan Ran?...........AduuuuuH....."

Rani pun mengarahkan tumpukan buku ditangannya kearah bokong Sisi.Semuanya pun tertawa melihat tingkah Rani dan  muka Sisi yang meringis kesakitan.
Ending dari percakapan disore itu adalah keluarnya kata-kata dari bibir Puput...
"Banyakin do'a aja hes,,mohon sama Allah supaya segera dipertemukan sama jodoh kamu,biar diberikan yang terbaik dan nantinya dapat menjadi imam kamu dalam menjalani bahtera rumah tangga yang di ridhoi Allah SWT..."
"Amien.....makasih Put..."jawab Hesti sambil menyunggingkan senyum dibibirnya.

Cinta Ayah

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, anak perempuan yang sedang bekerja diperantauan, anak perempuan yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, anak perempuan yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya.
Lalu bagaimana dengan Ayah?
Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…… Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,
Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah”
Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Sarjana.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah..
Ketika kamu menjadi gadis dewasa…..Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Ayah harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan….
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak….. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu……
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia…..
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa…..
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata:
“Ya Allah, ya Tuhanku …..Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita dewasa yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Ayah telah menyelesaikan tugasnya menjagamu …..
Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Saat Hujan Turun

Titik titik air perlahan memenuhi pandangan
Sejuknya udara manjakan angan
Tiap tetes air yang terjatuh seolah membawa kabar gembira
Sorak sorai penghuni bumi menyambut kedatangannya
Bahwa berkah kehidupan telah tercurah dari langit
Basahi semua hal yang hampir kering dan mati
Tak henti kami bersyukur akan kehadirannya
Jadi mengapa kamu menjadi salah satu orang yang mengeluhkannya?

Saat hujan membuatmu gusar
Saat hujan menunda aktifitasmu
Ta ada yang perlu di cemaskan kawan
karna hujan telah jalankan tugasnya sebagai inti kehidupan
Syukuri tiap tetesnya yang membasahi alammu
Dan jangan pernah keluhkan kehadirannya
Karna air lah sumber kehidupan.

-Mama Jangan Tinggalin Ade Ya ...

Suatu siang di tenda penampungan pengungsi di Blang Bintang, Banda Aceh. Seperti hari-hari lalu, banyak orang lalu lalang diantara barisan pengungsi yang tercerai berai dari keluarganya. Ada pejabat-pejabat yang menghibur dan membesarkan hati mereka. Juga relawan yang hilir mudik mengemasi sumbangan para penderma. Diantara kesibukan itu, suara tangis terdengar lamat-lamat. Seorang gadis kecil duduk di pojok tenda, berbaju tidur motif kembang. Wajahnya suram, air matanya mengalir bak sungai kecil.
Kepalanya dililit perban, menutupi rambutnya yang pendek. Diantara tangisnya berulang kali gadis itu menyebut “Papa … Mama” dan air matanya berurai deras lagi setelahnya.Hari memang tiba-tiba amat cepat bergulir bagi Putri. Sepuluh tahun masa lalunya di Lampasah, Banda Aceh, digulung ombak dalam waktu setengah jam, di sebuah hari menjelang pagi lima hari sebelumnya. Sekejap saja, gadis kecil bermata bulat itu kehilangan semuanya. Rumah, boneka, empat saudara dan sepasang orang tua. Juga mal di Banda Aceh tempatnya makan ayam KFC jika akhir pekan bersama keluarganya, yang hancur diterjang gelombang tsunami.
“Ada boneka banyak ..juga terbawa. mama dan papa juga,” bisiknya lirih. Matanya menatap tayangan televisi. Minggu (2/1), ketika sebuah stasiun televisi menayangkan gambar Banda Aceh dengan hiruk pikuk terakhir,Youlanda Putri justru sudah ribuan kilo jauh dari sana. Tangisannya di pengungsian, memilukan banyak orang yang mendengarnya. Beruntung, tiba-tiba seseorang mendekat, mengajaknya ikut terbang ke Jakarta.
“Melihatnya nangis terus, saya tanya itu anak siapa. Katanya anak polisi juga, tapi sudah nggak ada semua. Entah gimana, saya merasa ada sesuatu disini dan lalu ingin membawanya,” kata Didi Widayadi, menunjuk dadanya. Selama bertahun-tahun, ia dan Siti Aisyah, istrinya, berangan memiliki anak perempuan, setelah putra semata wayangnya, Endi, beranjak dewasa.
*****
Siapa nyana, anak perempuan itu `disiapkan’ Tuhan bagi keluarga Didi, di pengungsian. Gadis kecil yang kurus dengan luka menganga di dahi sampai pangkal kepala. Luka itu justru baru diketahuinya ketika sudah membawa Putri ke Jakarta. Sabtu (1/1) malam ketika sampai di Jakarta, Didi curiga melihat cairan yang terus meleleh di dahi Putri. Meski anak adopsinya itu tak mengeluh, rasa penasaran membuatnya ingin tahu seperti apa luka di dahi Putri.
“Ketika dibuka perbannya, lukanya begitu dalam. Ketika disana katanya sudah dijahit, jadi saya tenang. Nggak tahunya lukanya hanya disumpel kapas lalu diperban. Ketika kita buka, luka itu sudah busuk dan bau, nanahnya juga banyak sekali sampai habis tisue di kamar,” urai Didi sembari menggeleng-gelengkan kepala. Putri juga nangis terus sambil menjerit-jerit “Papa, tolong Ade. Papa nggak sayang Ade. Papa nggak sayang Ade!” Putri pun dilarikan ke rumah sakit Soekanto, Kramat Jati Jakarta Timur. Hasil rontgen, Sabtu (2/1) siang memperlihatkan ada sebuah paku sepanjang 3 cm di pelipis kanan Putri. “Menurut ceritanya, ketika badai itu kepala Putri terhantam meja yang melaju deras digulung ombak. Mungkin paku dari situ yang masuk kepalanya,” kata dr. Harry Sugiarto SpB, ahli bedah yang mengoperasi kepala dan kaki Putri di rumah sakit Soekanto Kramat Jati, Jakarta Timur.
Khawatir ada infeksi yang bisa menjalarlah yang membuat kepala Putri di rontgen. Ternyata, tengkorak kepalanya bagus, hanya dahi sampai pangkal kepala yang terluka parah. Beberapa jam setelah rontgen, meski resminya hari itu libur, diputuskan untuk mengoperasi kepala Putri, mengeluarkan paku di pelipis kanan dan menjahit luka menganga di dahinya.
*****
“Beberapa kali ada bayi di rumah sakit, gemuk, lucu. Anak saya bilang `Ma, lucu bayinya. Adopsi aja.’ Tapi saya selalu bilang `Nggak ah, saya belum sreg,’” kenang Siti Aisyah. Tapi Jum’at (31/12) itu, ia merasa takdir menyiapkannya bertemu Putri, gadis yang selamat karena susah payah `menunggang’ bantal ketika gelombang air dahsyat hendak menggulungnya. Melihat gadis itu begitu ketakutan, menderita dan butuh perlindungan, hatinya luluh.
“Saya nggak ada pikiran apa-apa lagi. Tahu-tahu hati kecil saya bilang `iya’ dan kami bulat membawa anak itu ke Jakarta,” lanjutnya. Dalam waktu beberapa jam saja, ia merasa Putri bagai terlahir sebagai anak kandungnya. Setiap kali, tangan Putri seperti tak ingin lepas bertautan dengan tangan orang tua barunya. “Mama jangan tinggalin Ade ya,” bisik Putri selalu. Beberapa kali, kalimat itu sempat membuat mata Siti Aisyah berkaca-kaca.
Diakuinya, banyak penyesuaian yang harus dilakukan. Sifat Putri yang keras kepala, rasa trauma yang dalam karena kehilangan keluarga asalnya, menjadi masalah yang kelak harus dihadapi pasangan ini terhadap anak adopsinya. “Tapi saya sudah ikhlas mengambilnya sebagai anak saya. Selama ini sama Endy nggak pernah sekalipun saya nangis. Tapi pas liat dia (Putri) kesakitan, saya betul-betul sedih dan nangis,” kata Didi. Apalagi ketika ia tanya apa yang bisa membuat Putri bahagia, gadis kecil itu menjawab “Aku ingin Mama dan Papaku.Mereka sudah ketemu belum?” .
*****
Meski dalam kondisi tertekan, Putri cenderung tenang untuk ukuran anak seusianya. Sepintas, kecepatannya beradaptasi di keluarga barunya seperti menjelaskan gadis kecil itu cukup cerdas. Syahdan, anak keempat dari lima bersaudara itu selalu ranking di sekolahnya di Lampasah, Banda Aceh. Ayahnya Brigadir Sudirman, adalah anggota Intel Polda NAD. Ibunya, Juariah, lebih sering menemaninya main boneka di rumah. Kini, hanya kenangan yang hidup dalam dirinya, setelah kelaurganya hilang belum tentu rimbanya. “Mama pintar bikin asam manis. Ikan asam manis. Kita juga suka ke mal makan KFC (Kentucky Fried Chicken),” kata Putri sambil tersenyum kecil. Sesekali, tangannya sibuk berkonsentrasi memencet tombol-tombol handphone barunya. “Lagi sms-an sama kak Sasha,” lanjutnya ketika ditanya asyik ngobrol sama siapa.Kadang, ketika rasa kehilangannya muncul, Putri yang semula pendiam berubah menjadi rewel dan keras kepala. Ia merengek-rengek minta boneka atau makanan kesukaannya. “Tapi setelah dibelikan, boneka itu cuma diliatin. Makanan juga cuma beberapa sendok lalu dia nggak mau lagi,” keluh Siti Aisyah. Jika sudah begitu, yang bisa dilakukan hanya bersabar.
Karena kini, cuma itu satu-satunya jalan. “Saya cuma ingin menolongnya. Semoga saya mampu menyekolahkannya sampai selesai,” bisik Siti Aisyah, Senin (3/1) siang itu. Sesekali, ia mengintip Putri yang terbaring tenang dalam tidur “Memang harus sabar, ini menyangkut kondisi psikisnya juga. Untuk luka di kepalanya itu butuh waktu 1 bulan. Tapi operasi kosmetiknya lebih baik dilakukan nanti 6 bulan lagi setelah benar-benar pulih,” ujar dr Harry Sugiarto, ahli bedah yang menangani Putri. Pun demikian, garis luka di dahi Putri diyakini tak bisa hilang benar. Kalaupun bisa, hanya disamarkan dengan bedak.Daging di ujung pergelangan kaki kiri Putri pun sebagian harus di buang karena sudah busuk. Pertumbuhan kulit barunya juga harus menunggu 1 sampai 2 bulan lagi.
******
“Papa sayang Ade nggak?” kalimat pelan itu seperti memecah malam. Padahal saat itu, Minggu (2/1), Putri sedang nonton film kartun di televisi, sambil tangan kirinya memegang erat tangan kanan Didi Widayadi, papa barunya “Sayang sekali dong. Ade kan anak Papa,” Didi tersenyum, menyembunyikan rasa haru yang mulai terlihat di matanya. Diluar, malam mulai merayap tanpa suara Setelah beberapa tamu datang menjenguk Ade, panggilan sayang Putri, gadis kecil itu tampak lelah. Makan malam dari rumah sakit hanya dicicipinya sedikit.
“Asin. Nasinya lembek,” keluhnya sambil menjauhkan mulutnya dari piring makannya. Sekilas, bibirnya cemberut. Lalu tersenyum lagi ketika disinggung umurnya. “11 tahun … mmm … 8 Mei nanti. Masih lama ya?”katanya sambil matanya sekilas menerawang. Mungkin ia sadar, ketika tiba saat yang empat bulan itu, umurnya bertambah dalam kesendirian. Tanpa Sudirman dan Juariah, orangtua sedarahnya Tanpa empat saudara kandungnya.Tapi Putri punya orang tua dan saudara-saudara baru, yang mungkin belum dimiliki anak-anak lain di tempat pengungsian Aceh, sampai saat ini. Ada boneka pink berbentuk tulang yang hangat menyangga kaki kirinya yang masih sakit dibelit perban. Juga kawanan boneka lain yang mulai berdatangan di kamar sejuknya di rumah sakit.
Malam itu, Putri tidur mengapit tangan papa barunya. Ayah dan anak itu sama-sama baru mengakhiri penantian. Di tempat tidur yang hangat, tanpa takut kedinginan dan kehilangan perlindungan lagi, mata Putri beberapa kali mengerjap, lalu tidur lagi. Masa kecilnya masih bisa ditempuhnya dengan indah, segera setelah pulih lahir dan bathin. Sementara ribuan kilo dari sisinya, ribuan anak menanti nasib baik,di berbagai pelosok Aceh. Mereka pasti menanti suatu malam dimana mereka bisa tidur dalam pelukan hangat orang tua – orang tua yang tulus, yang membuat masa kecil mereka bisa berlanjut. Seperti Putri. (Lily Bertha Kartika)

Ayah, Terima Kasih

Tak ada kata yang pantas terucap untukmu ayah. Mungkin engkau bukan orang terdekat. Mungkin engkau juga bukan yang selalu berada disampingku, saat aku bahagia, kecewa bahkan saat aku bersedih hingga meneteskan air mata.
Saat anak-anak pergi sekolah dengan ayahnya yang juga pergi bekerja, kita tidak pernah melakukanya karena kau yang harus berangkat lebih dulu saat matahari belum menampakan cahayanya.
Saat anak-anak menunggu kepulangan ayahnya untuk bermain bersama, tidak dengan aku yang selalu terlelap saat menunggu kepulanganmu yang begitu larut. Andai dapat ku beli waktu kerjamu kala itu, aku rela membayarnya dengan uang jajanku untuk bisa bermain bersamamu.
Kita mungkin bukan pasangan yang baik. Kau sibuk dengan urusanmu, sedangkan aku bermain dengan semua khayalanku.
Saat aku mulai tumbuh besar, kita mulai punya waktu untuk bersama. Tapi bukan untuk bermain melainkan melakukan pekerjaan yang tidak aku inginkan. Seolah kau menindasku, aku jadi tidak suka denganmu. Aku membenci semua tentangmu. Kau marahi aku jika melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan maumu. Kau buat aku merasa lemah dengan ucapan-ucapan kasarmu. Ingin rasanya kau segera tiada dari duniaku, mengakhiri semua penderitaan dalam kehidupanku.
Pernah sekali aku menyalahkanmu atas apa yang terjadi dalam hidupku. Kusadari kau menangis saat ku terbangun sejenak dari tidur lelapku. Lama setelah itu, kupandangi wajahmu saat tertidur lelap, terbayang kerja keras yang kau lakukan untuk membesarkanku. Terbayang letih yang tersimpan dalam dirimu atas kerja keras yang kau lakukan untuk memenuhi kebutuhanku. Seakan tak tahu apa jadinya diri ini jika tanpa kehadiranmu. Tak ingin rasanya kehilanganmu dari sisiku.
Kini aku telah dewasa. Tumbuh menjadi seorang pemuda mandiri yang juga tidak dapat melupakan kasih sayang keluarganya. Kau ajarkan aku menjadi seorang yang siap menjalani kerasnya hidup tanpa melupakan kelembutan hati. Kau ajarkan padaku bagaimana menjadi pribadi yang kuat tanpa melupakan setiap orang punya kelemahan. Kau tanamkan padaku mencapai keberhasilan tanpa melupakan kalau setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Kau buat aku berdiri di jalan yang penuh dengan hambatan dan rintangan agarku dapat menaklukan kerasnya kehidupan. Kau jadikan aku sebagai seorang pemimpin yang sanggup memimpin dirinya sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. Dan yang jauh lebih penting dari itu semua adalah kau membuat aku merasa bangga atas semua yang telah kau lakukan untukku.
Karena itulah, aku selalu berdoa ”semoga Tuhan selalu memberi yang terbaik untukmu”
Untuk setiap detak yang terjadi dalam nadi dan jantungku, hatiku berkata ”Terima Kasih Ayah”

Kisah Cinta Seorang Anak..

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,
wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,
memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain
saja.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya
membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya
menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa
stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu
melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu
menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal
dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi
semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya
mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya
pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang
sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya
tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar
hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak
kejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia
Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat
buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah
sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah
berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah
perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi
yang mengingatnya.
Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti
sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari
betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas
kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore
itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad
dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang
sebenarnya terjadi?”
“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal
yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan
terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah
memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis
saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.
Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari
hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya
tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…
Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada
sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya
mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali
potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan
Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap
sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala
ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal
dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”
Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10
tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus
menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega,
saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.
Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,
namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan
yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis
setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”
Saya pun membaca tulisan di kertas itu…
“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama
Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji
kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”
Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan…
katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!
Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric
telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya
sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan
di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut
apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya
ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang
lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”

Selasa, 08 November 2011

LISTRIK DINAMIS

Pernahkah kalian berpikir bagaimana petir
atau kilat bisa terjadi sebelum hujan turun?

Apakah yang menyebabkan hal tersebut?
Petir atau kilat adalah salah satu contoh
listrik yang paling sederhana, yang paling dekat dengan kita. Petir dapat
terjadi karena molekul-molekul atau atom-atom di awan bergesekan dengan udara.
Elektron (partikel bermutan negatif) akan cenderung berkumpul di dasar awan,
sedangkan partikel bermuatan positif berkumpul di puncak awan. Jika sudah
terlalu banyak elektron yang berkumpul maka elektron akan meloncat ke bumi
sebagai kilat.

Kilat mengirimkan energi listrik yang
sangat besar ke bumi. Kilat merupakan arus listrik dalam ukuran besar. Beberapa
saat kemudian akan terdengar suara petir. Kilat dan petir tidak terjadi dalam
waktu yang tidak bersamaan karena cepat rambat bunyi dan cahaya berbeda.


EKSPLORASI
Arus Listrik Dan Tegangan Listrik
Jika sebuah soket lampu hanya dihubungkan
dengan salah satu kutup baterai, apa yang terjadi?

Kemudian hubungkan soket lampu yang
lainnya dengan kutup lain baterai. Apa yang terjadi?

Mengapa bisa terjadi?
Sambungkan lampu dengan baterai. Apa yang
akan terjadi? Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Apakah perbedaan kedua rangkaian di atas?
Bagaimanakah pemasangan ampermeter dan voltmeter?
Untuk berikutnya kalian akan melakukan percobaan untuk memperdalam pemahaman kalian tentang sub bab ini.
Langkah kerja dan pengamatan:

  • Susunlah peralatan yang tersedia menjadi
    rangkaian seri.
  • Ukurlah besar kuat arus pada setiap resistor
    dengan menggunakan multimeter. Pastikan selektor multimeter mengarah pada
    mA DC.Tuliskan hasil pengamatanmu isikan pada tabel yang tersedia.
  • Ukurlah besar tegangan pada setiap resistor
    dengan menggunakan multimeter. Pastikan selektor multimeter mengarah pada
    V DC.Tuliskan hasil pengamatanmu isikan pada tabel yang tersedia
  • Ukurlah besar hambatan pada setiap resistor
    dengan menggunakan multimeter. Pastikan selektor multimeter mengarah pada
    W.Tuliskan hasil pengamatanmu isikan pada tabel
    yang tersedia
  • Susunlah peralatan yang tersedia menjadi
    rangkaian paralel.
  • Ulangi langkah 2 sampai langkah 4 di atas.
    uliskan hasil pengamatanmu isikan pada tabel yang tersedia


Rangkaian

Jumlah R

Besar I

Besar V

Besar R



Seri

1







2







3









Paralel

1







2







3







Pada nilai hambatan konstan, bagaimana
hubungan antara kuat arus dan tegangan?


EKSPLANASI
Kalian telah mengetahui bahwa arus
listrik dihasilkan dari muatan listrik yang bergerak. Besarnya arus listrik
dinyatakan dalam kuat arus listrik yang diukur dengan menggunakan ampermeter. Kuat
arus listrik didefinisikan sebagai jumlah muatan listrik yang melewati
penampang kawat tiap detik.

Apa yang menyebabkan muatan dapat
bergerak?

Muatan tersebut dapat bergerak karena
adanya beda potensial antara dua ujung sumber tegangan yang disebut tegangan listrik.
Dalam setiap rangkaian listrik penerima
energi listrik mempunyai kemampuan untuk menghambat arus listrik yang
melewatinya. Komponen listrik yang dibuat untuk menghambat arus listrik tersebut
dinamakan hambatan listrik atau tahanan atau sering disebut resistor.

Dari percobaan resistor disusun seri didefinisikan
bahwa:


  • Kuat arus yang melalui tiap resistor sama dengan kuat arus hambatan
    pengganti seri


  • Tegangan pada ujung-ujung hambatan pengganti seri sama dengan
    jumlah tegangan ujung-ujung tiap resistor.
Sedangkan untuk resistor yang disusun
paralel didefinisikan bahwa:

1. Tegangan
pada ujung-ujung tiap resistor sama dengan
tegangan pada ujung-ujung hambatan pengganti paralel


2. Kuat arus yang melalui hambatan pengganti
paralel sama dengan jumlah kuat arus yang melalui tiap resistor.

Untuk nilai hambatan konstan
akan diperoleh nilai kuat arus berbanding lurus dengan nilai tegangan.
Pernyataan ini disebut Hukum Ohm.


ELABORASI
Pada rangkaian listrik di rumah-rumah
mempunyai sebuah sumber tegangan masukan dari PLN yang besarnya tertentu,
tetapi dapat menghasilkan keluaran yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh
hambatan masing-masing komponen yang terpasang pada rangkaian tersebut.


EVALUASI

  • Tiga resistor masing-masing besarnya adalah 3W, 5 W, 2W. Dipasang pada rangkaian dengan sumber tegangan
    sebesar 6 V. Hitunglah:
a. hambatan pengganti
b. kuat arus pada tiap resistor.

  • Bagaimana cara memasang dan membaca ampermeter dan voltmeter?
HAMBATAN LISTRIK
ENGAGEMENT
Pada suatu soket dipasangkan tiga lampu secara paralel dengan daya
berbeda, masing-masing adalah 5 watt, 10 watt dan 25 watt kemudian dihubungkan
dengan stop kontak. Lampu mana yang menyala paling